Selasa, 15 November 2016

Membuat Novel (Mengatur Indentasi Paragraf)

My Life Journey

Bagian 1- SD

            Karena gue lupa masa kecil di waktu TK (Walaupun hanya beberapa yang di ingat), maka gue akan cerita dari awal masuk SD. Nama SD gue itu SDN Jatibening Baru V atau biasa orang-orang sebut JABALI (Mungkin diantara kalian ada yang tau).

Sebelumnya, gue akan cerita tentang diri gue dulu. Umur gue 13 tahun. Sekarang, gue sekolah di SMP Negeri 17 Bekasi kelas 8. Gue punya saudara kembar (Perempuan). Gue orang yang jarang deket sama teman baru. Pasti kenalannya selalu terlambat, atau bahkan gak mau kenalan. Hobi gue menggambar dan membaca. Cita-cita gue mau jadi Dokter (Untuk sekarang ini).

Gue suka banget sama Doraemon. Gue juga suka sama yang namanya kucing. Gue suka sama music apalagi music Barat. Gue juga suka film horror. Kalau warna, favorit gue sih pink. Tapi, gue juga suka warna yang lain asalkan warnanya yang terang.

Oke! Kembali ke perjalanan hidup gue. Waktu gue masuk SD, gue harus ikut test dulu buat nentuin masuk ke kelas 1 apa (Entah A,B atau C). hasil test udah di kasih tau. Nah, gue masuk ke kelas 1A dan kembaran gue kelas 1C. Kelas 1A banyak saingannya sampe-sampe gue gak pernah masuk 10 besar ): (Rangking). Di kelas 1, gue ikut les, gue juga ikut seni tari (Karena emang itu ada di pelajaran). Dikelas 1, gue juga punya temen dekat, mereka Alifia dan Oryza.

Lega dan Alhamdulillah. Gue masuk kelas 2A. Kenapa? Karena katanya 2A itu kelas unggulan sama juga dengan kelas 1A. Di kelas 2A,gue masih tetap ikut seni tari. Gue merasa beruntung dan bersyukur bisa masuk ke kelas unggulan. Karena seni tari itu cuma ada di kelas unggulan.

Di kelas 2A, gue pernah mengikuti Outing Class. Itu pengalaman yang gue suka. Gue pergi ke 3 tempat. Sayangnya, waktu gue mau ke Monas, ternyata di sana ada Obama “katanya”. Gak jadi deh ke Monasnya. Tapi, akhirnya kita pergi ke tempat lain dan yang lebih menyenangkan.

Menurut gue,  kelas yang paling gue gak suka itu kelas 3A. Karena kelasnya itu yang lesehan. Tapi gue sih tetap sabar, kan orang sabar di sayang Tuhan (InsyaAllah). Gue senang bisa masuk  ke kelas 4A yang juga kelas unggulan dan walikelasnya sama waktu gue kelas 1.

Setiap kenaikan kelas, gue selalu tampil di panggung untuk menampilkan seni tari (Sayangnya kelas 5 dan 6 gak ada pelajaran seni tari). Di kelas unggulan juga ada pelajaran computer ruangannya ada di lantai dua.

            Kelas yang paling gue suka itu, kelas 5A. karena walikelasnya yang asik dan kadang suka buat kelucuan di kelas. Bukan hanya itu, gue juga suka karena ada ekskul Drumband. Drumband itu ada unsur musiknya dan gue suka music.

Gue juga pernah tampilin drama di depan kelas yang pastinya perkelompok. Gue sekelompok sama Denise, Amelia, Nadia dan Winda. Kami selalu latihan bareng di rumahnya Denise. Dan saat tampil, kelompok kami menampilkan drama yang bagus. Kami mendapat nilai yang bisa di bilang bagus. Ya…, gue senang karena gak sia-sia selalu latihan.

Bagian 2- Memenangkan Lomba

Gue senang bisa ikut lomba Drumband. Tempatnya di Keong Mas, TMII. Kami selalu latihan dari mulai ngafalin not lagu (Karena anak cewek kebagian di pianika) dan juga ngafalin formasinya atau dimana posisi kita. Sampai hari-H nya tiba, kami bingung ngambil posisi dimana dan akhirmya formasi kami jadi sedikit kacau. Tapi kami tetap ngelanjutin main Drumband nya. Walaupun penampilan kami tadi kurang memuaskan, tapi itu pengalaman yang gak akan gue lupakan. Dan gue bisa belajar dari pengalaman tersebut, kalau kita mau lomba kita harus bersikap tenang dan bisa menampilkan sesuatu semaksimal mungkin.

Awalnya, kami merasa tidak akan menang karena penampilan kami tadi yang kurang memuaskan. Tapi kata walikelas gue, kami mendapat juara harapan 3. Gue merasa bersyukur bisa menang dan membawa piala. Gak tau kenapa kami bisa menang, mungkin faktor dari kostum juga. Karena kostum gue ada unsur batiknya. Awalnya sih gue minder, karena kostum sekolah lain pada bagus dan sekolah gue doang yang terlihat sederhana. Tapi, akhirnya lega kami bisa menang.

            Gue di kasih tau walikelas gue, kalau sekolah gue bakalan memperingati Hari Kartini. Dan nanti bakalan ada lomba paduan suara (Padus) per-kelasnya. Lombanya menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini dan lagu daerah, karena memperingati Hari Kartini, sekolah menyarankan ke semua muridnya untuk memakai baju adat. Kalau gue menggunakan baju adat Betawi.

Kelas gue memutuskan untuk menyanyikan lagu daerah yang judulnya Neng Geulis. Sebelum nanti mau lomba, walikelas gue ngasih tau gimana caranya menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini yang benar. Kelas gue Optimis bakalan menampilkan yang terbaik juga bagus. Ternyata, kelas gue mendapat juara satu lomba paduan suara. Kami semua senang bisa menang dan mendapat hadiah.

Bagian 3- Tak terlupakan

            Gue mau flashback waktu  SD kelas entah 1,2 atau 3. Waktu itu entah kapan, gue, kakak gue, dan kembaran gue main ke rumah teman kakak gue sekaligus tetangga gue. Rumahnya itu, luas bangeeett dan bisa di bilang agak horror. Teman kakak gue punya 2 adek, dan disana kami bermain bersama. Kami bermain di ruang tengah. Gak tau kenapa seketika gue hanya terfokus ke satu titik, saat itu gue merasa kayak terhipnotis. Gue melihat kedepan, disana ada kamar yang pintunya kaca (Yang pintunya di geser) dan sedang terbuka juga lampunya yang mati. Gue melihat sosok yang sedang melompat-lompat dan memakai baju putih (Kalian pasti tau itu apa). Badan gue terasa kaku. Gue sempat di tanya kenapa, tapi gue gak cerita. Setelah sekian lama, gue baru cerita ke orang-orang. Itulah pengalaman ter-horror yang pernah gue alami.

Gak nyangka, udah kelas 6 aja. Gue masuk kelas 6B. Di kelas 6, gak ada yang namanya kelas unggulan. Semuanya di bagi rata. Di kelas 6, gue sekelas sama kembaran gue. 6B itu, kelas yang kebanyakan muridnya gak naik kelas entah 1 tahun atau bahkan ada yang 2 tahun. Alhamdulillah banget kelas gue saingannya cuma sedikit.

            Gak kerasa, udah mau UN aja. Gue ikut les di rumahnya walikelas gue yang di kelas 5. Gue selalu mengikuti Try Out (TO) di tempat les maupun di sekolah. Sebelum UN gue selalu belajar dan setiap hari gue juga solat sunnah Tahajud. Gue selalu berdoa supaya di beri kelancaran saat UN dan mendapat nilai yang bagus. Doa dan usaha gue ternyata gak sia-sia. Gue mendapat nem yang bisa di bilang bagus. Gue sangat amat bersyukur. Alhamdulillah.

            Sebelum kami (Murid kelas 6) akan berpisah, kami mengadakan acara perpisahan kelas 6. Tadinya sih, sekolah gak mengadakan acara perpisahan karena orangtua/wali murid nya gak setuju perpisahannya di luar sekolah/jalan-jalan. Makanya, gak heran kalau perpisahannya di malam hari. Tapi perpisahannya itu, mengandung kesan tersendiri buat gue.

Gue gak pernah bingung mau masuk ke SMP yang mana. Karena emang dari awal gue udah mutusin buat sekolah di SMP Negeri 17 dan karena juga dekat dari rumah. Alhamdulillah gue bisa masuk dan jadi murid SMP 17. Teman dari SD gue juga ada yang masuk ke SMPN 17.

Seluruh murid baru di SMPN 17 harus ikut test terlebih dahulu buat nentuin nantinya bakalan masuk ke kelas 7 apa. Gue bersyukur bisa masuk ke kelas 71 karena 71 itu kelas unggulan, gue juga sekelas sama kembaran gue. Di 71, Alhamdulillah, gue punya banyak teman, bahkan punya sahabat.

Kelas 71 itu, kelas yang muridnya pada seru dan gokil. Kelas 71, orangnya pada solid semua. Di SMPN 17 itu, ada kegiatan setiap tahunnya. Kelas 7 kegiatan perkemahan, kelas 8 Outing Class, dan kelas 9 perpisahan, tapi perpisahannya menginap, setau gue sih gitu.

Gue ikut perkemahan di Jonggol, Jawa Barat. Kirain gue, perkemahannya sama kayak waktu gue di SD (di Cibubur) ternyata bukan, itu tempat pelatihannya TNI Angakatan Darat. Di Jonggol, gue mendapat banyak pelajaran. Kita menjadi lebih mandiri, tertib, aktif, solidaritasnya juga tinggi.

Gue senang bisa masuk ke kelas 81. Hampir semua muridnya dari kelas 71. Gue duduk semeja sama teman sekaligus sahabat gue. Gue sih, lebih nyaman di 81 karena gue udah hafal sifat mereka semua. Bukan berarti di 71 gak nyaman, cuma aja gue masih belum kenal sifat mereka semua. Tapi, PANJI (Pasukan Tujuh Hiji (71)) itu termasuk kelas yang gue suka begitupun 81.

Inilah perjalanan hidup gue. Hidup itu belajar. Jadi, Jalanin aja hidup dengan enjoy jangan terlalu di bawa pusing. Gue bakalan terus belajar, belajar dan belajar supaya bisa jadi orang yang sukses di Dunia dan Akhirat (Amin…). Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua para pembaca. Dan jangan pernah berhenti untuk Bersyukur serta Bersabar.

*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar